Asumsi Kebutuhan Pallet di 5 Pelabuhan Besar Indonesia - Tanjung Emas Port

Indeks Artikel
Asumsi Kebutuhan Pallet di 5 Pelabuhan Besar Indonesia
Tanjung Priok Port
Tanjung Perak Port
Tanjung Emas Port
Belawan Port
Makassar Port
Seluruh halaman

Tanjung Emas Port

ARUS KONTAINER TPKS MASIH RENDAH

Tanggal Kirim:13 Oktober 09

SEMARANG (bisnis.com): Arus bongkar muat kontainer di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) hingga kuartal III/2009 masih lebih rendah dari periode sama tahun lalu, tetapi aktivitas mulai membaik pascakrisis global.

Data TPKS menunjukkan realisasi total volume bongkar muat kontainer selama tiga kuartal meliputi ekspor dan impor tercatat 268.187 TEU’s (twenty-foot equivalent units), turun 8,85% dari 2008 mencapai 294.242 TEU’s.

General Manager TPKS Udaranto mengatakan penurunan volume bongkar muat cenderung didominasi penyusutan pada kontainer ekspor, yang masih terpengaruh krisis global, terkait anjloknya permintaan luar negeri, terutama Amerika Serikat dan Eropa.

Arus kontainer ekspor yang melalui TPKS hingga kuartal III/2009 tercatat hanya 137.244 TEU’s, atau mengalami penurunan 15,97% dari periode sama tahun lalu mencapai 163.325 TEU’s.

Menurut dia, penurunan permintaan luar negeri tersebut memang menjadi pemicu utama yang tidak dapat dihindari, tetapi hanya terjadi selama kuartal I/2009 saja, sedangkan kondisi pada April cenderung mulai membaik.
"Produksi bongkar muat kontainer hingga kuartal III/2009 masih minus dari tahun lalu, terkait dampak krisis global, terutama pada kuartal I/2009. Namun, mulai April lalu sampai sekarang relatif membaik," ujarnya kepada Bisnis.

Udaranto menuturkan arus kontainer impor yang melalui TPKS hingga kuartal III/2009 justru sudah lebih tinggi dari periode sama tahun lalu, meski relatif kecil hanya 0,02%. Volume kontainer impor di TPKS tersebut, dia menambahkan tercatat mencapai 130.943 TEU’s, atau mengalami kenaikan dari periode sama tahun lalu hanya 130.917 TEU’s.

Kenaikan volume impor itu ditengarai akibat mulai membaiknya aktivitas produksi, dengan makin tingginya permintaan berbagai macam bahan baku industri di wilayah ini, untuk memenuhi order beberapa waktu ke depan.

"Tidak berbeda jauh dengan ekspor, kondisi impor juga terpengaruh faktor global, terutama tiga bulan pertama 2009 dan sudah membaik mulai kuartal II lalu," tukasnya.(ndul)

Asumsi Kebutuhan Pallet ISPM #15 per bulan di Tanjung Emas Port :

Berdasarkan data diatas sampai dengan kwartal ketiga 2009 (9 bulan) arus export 137.244 berarti 15.250 x 20’/bulan. Asumsi 50% menggunakan Pallet/Kemasan Kayu berarti   15.250  x 50% = 7.625 x 20’/Bulan. Diasumsikan lagi yang menggunakan Kemasan Pallet ISPM 75% x  7.625 = 5.718 x 20’/Bulan. Berarti 5.718 x 10 = 57.187 Pallets/bulan.

 



logo-ksj2013