Asumsi Kebutuhan Pallet di 5 Pelabuhan Besar Indonesia - Makassar Port

Indeks Artikel
Asumsi Kebutuhan Pallet di 5 Pelabuhan Besar Indonesia
Tanjung Priok Port
Tanjung Perak Port
Tanjung Emas Port
Belawan Port
Makassar Port
Seluruh halaman

Makassar Port

Terminal Petikemas Makassar (TPM) menggandeng Bintulu Call
Posted on 29 April 2009

Kliping OnLine dari Seputar Indonesia

TPM Gandeng Bintulu Call
Sunday, 26 April 2009
MAKASSAR(SI) – Terminal Petikemas Makassar (TPM) segera menggandeng Bintulu Call,sebuah perusahaan pelayaran asal Malaysia untuk melakukan pelaksanaan ekspor langsung dari TPM ke luar negeri.

“Awal Mei mendatang, TPM akan melakukan penandatangan perjanjian kerjasama (MoU) dengan Bintulu Call, sebuah perusahaan pelayaran asal Malaysia untuk melakukan pelaksanaan ekspor langsung dari TPM ke luar negeri,” kata Supervisor Hukum dan Hubungan Masyarakat (Humas) TPM PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV, Raflin Chalid di Makassar kemarin.

Bahkan,menurut Raflin,potensi ekspor dari Sulsel membuat sebuah perusahaan pelayaran asal Korea tertarik untuk melakukan pelayaran langsung.Selain itu juga perusahaan pelayaran ekspor nasional sudah mulai melirik kawasan timur Indonesia (KTI)menjadi sasaran pengembangan ekspor.

Untuk mendukung pelaksanaan ekspor tersebut,TPM telah dilengkapi dengan kawasan kepabeanan dan telah disetujui Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai tertanggal 24 Maret 2009,dengan luas areal pabean sekitar 3.100 meter persegi. Dalam kesempatan itu Raflin mengatakan realisasi ekspor Januari- Maret 2009 di TPM relatif stabil.

Bahkan pada Januari 2009,realisasi ekspor naik 100% atau dari 800 teus di Januari 2008,naik menjadi 1.500 teus.“Tingginyarealisasi ekspor tersebut,disebabkan pelaksanaan permintaan ekspor 2008 baru direalisasikan di awal tahun ini,” jelas Raflin Chalid.

Dia menambahkan, untuk realisasi ekspor pada Februari-Maret 2009 cenderung sama dengan Februari- Maret 2008 lalu, yakni masing- masing realisasi ekspor Februari sebesar 630 box dan Maret sebesar 704 box. Stabilnya ekspor melalui TPM juga berbanding dengan jumlah kapal yang masuk ke TPM untuk angkutan ekspor.Pada Februari 2009 jumlah kapal yang merapat ke TPM sebanyak 56 call, dan pada Maret 2009 naik menjadi 59 call. Jumlah kapalyang masuk tersebut menurut Raflin sama dengan periode 2008.Namun, pada April ini,TPM memperkirakan jumlah kapal yang masuk bisa mencapai 116 call kapal.

“Untuk dominasi barang ekspor adalah marmer dan coklat,”lanjut Raflin. Manager Operasional TPM,Michael R Herrenauw mengungkapkan, realisasi arus di TPM Januari- Maret 2009 secara keseluruhan, baik untuk ekspor maupun perdagangan dalam negeri mencapai 81.386 teus atau setara dengan 1.043 metric ton (mt).Pengiriman barang melalui TPM di triwulan I/2009 tersebut masih stabil dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2008. Walaupun untuk perdagangan barang dalam negeri,Januari 2009 sempat mengalami penurunan,namun untuk Februari-Maret sudah sesuai dengan target.“Diprediksi, Juli pengiriman akan mengalami peningkatan dan digenjot untuk mencapai target 350.000 teus,” urainya. Kasubdin Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel Hasan Madjadi mengatakan, ekspor

Sulsel masih tidak akan mengalami penurunan di tahun ini. Pasalnya komoditas ekspor utama seperti kakao, nikel dan hasil laut masih terus ada permintaan, terutama dengan adanya upaya pemerintah pusat untuk melakukan pembukaan pasar baru,sepertinegara-negara TimurTengah dan Afrika.“Walaupun terjadi penurunan ekspor kakao, penurunan lebih disebabkan turunnya produksi dan bukan karena permintaan yang turun,” jelasnya.

(yakin achmad ).

Asumsi Kebutuhan Pallet ISPM #15 per bulan di Makasar Port :
Berdasarkan data diatas tahun 2007 arus export 650 x 20’/bulan. Asumsi 50% menggunakan Pallet/Kemasan Kayu berarti   50%  x 650 = 325 x 20’/Bulan. Diasumsikan lagi yang menggunakan Kemasan Pallet ISPM 75% x  325 = 243 x 20’/Bulan. Berarti 187 x 10 = 2.430 Pallets/bulan.



ARUS KONTAINER TPKS MASIH RENDAH

Tanggal Kirim:13 Oktober 09

SEMARANG (bisnis.com): Arus bongkar muat kontainer di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) hingga kuartal III/2009 masih lebih rendah dari periode sama tahun lalu, tetapi aktivitas mulai membaik pascakrisis global. 

Data TPKS menunjukkan realisasi total volume bongkar muat kontainer selama tiga kuartal meliputi ekspor dan impor tercatat 268.187 TEU’s (twenty-foot equivalent units), turun 8,85% dari 2008 mencapai 294.242 TEU’s. 

General Manager TPKS Udaranto mengatakan penurunan volume bongkar muat cenderung didominasi penyusutan pada kontainer ekspor, yang masih terpengaruh krisis global, terkait anjloknya permintaan luar negeri, terutama Amerika Serikat dan Eropa. 

Arus kontainer ekspor yang melalui TPKS hingga kuartal III/2009 tercatat hanya 137.244 TEU’s, atau mengalami penurunan 15,97% dari periode sama tahun lalu mencapai 163.325 TEU’s. 

Menurut dia, penurunan permintaan luar negeri tersebut memang menjadi pemicu utama yang tidak dapat dihindari, tetapi hanya terjadi selama kuartal I/2009 saja, sedangkan kondisi pada April cenderung mulai membaik. 
"Produksi bongkar muat kontainer hingga kuartal III/2009 masih minus dari tahun lalu, terkait dampak krisis global, terutama pada kuartal I/2009. Namun, mulai April lalu sampai sekarang relatif membaik," ujarnya kepada Bisnis. 

Udaranto menuturkan arus kontainer impor yang melalui TPKS hingga kuartal III/2009 justru sudah lebih tinggi dari periode sama tahun lalu, meski relatif kecil hanya 0,02%. Volume kontainer impor di TPKS tersebut, dia menambahkan tercatat mencapai 130.943 TEU’s, atau mengalami kenaikan dari periode sama tahun lalu hanya 130.917 TEU’s. 

Kenaikan volume impor itu ditengarai akibat mulai membaiknya aktivitas produksi, dengan makin tingginya permintaan berbagai macam bahan baku industri di wilayah ini, untuk memenuhi order beberapa waktu ke depan. 

"Tidak berbeda jauh dengan ekspor, kondisi impor juga terpengaruh faktor global, terutama tiga bulan pertama 2009 dan sudah membaik mulai kuartal II lalu," tukasnya.(ndul)

 

 

 

Asumsi Kebutuhan Pallet ISPM #15 per bulan di Tanjung Emas Port :

 

Berdasarkan data diatas sampai dengan kwartal ketiga 2009 (9 bulan) arus export 137.244 berarti 15.250 x 20’/bulan. Asumsi 50% menggunakan Pallet/Kemasan Kayu berarti   15.250  x 50% = 7.625 x 20’/Bulan. Diasumsikan lagi yang menggunakan Kemasan Pallet ISPM 75% x  7.625 = 5.718 x 20’/Bulan. Berarti 5.718 x 10 = 57.187 Pallets/bulan.



logo-ksj2013