Asumsi Kebutuhan Pallet di 5 Pelabuhan Besar Indonesia

Indeks Artikel
Asumsi Kebutuhan Pallet di 5 Pelabuhan Besar Indonesia
Tanjung Priok Port
Tanjung Perak Port
Tanjung Emas Port
Belawan Port
Makassar Port
Seluruh halaman

Asumsi Kebutuhan Pallet di 5 Pelabuhan Besar Indonesia

ISPM15, pallet kayu, pallet indonesia

Asumsi ini disampaikan berdasarkan kesimpulan semata, dihitung dengan menggunakan data-data yang dapat dipertimbangkan.

Oktober 2009

PT. Karuna Sumber Jaya
Jl. BPM Cikuda No. 50
Cileungsi 16820
Kab. Bogor
Indonesia

Tanjung Priok Port

cont

Asumsi Kebutuhan Pallet ISPM #15 per bulan di Tanjung Priok Port :

Berdasarkan data diatas sepanjang tahun 2008 arus export 3.984.278 x 20’/Tahun. Asumsi 50% menggunakan Pallet/Kemasan Kayu berarti   3.984.278  x 50% = 1.992.139 x 20’/Tahun. Diasumsikan lagi yang menggunakan Kemasan Pallet ISPM 75% x  1.992.139 = 1.494.105 x 20’/Tahun. Berarti 1.494.105 x 10 = 14.941.042 : 12 bulan = 1.245.086 Pallets/bulan.

 


Tanjung Perak Port

Arus Impor Barang Drop 10%

Selasa, 20 Januari 2009 | 9:27 WIB | Posts by: jps | Kategori: Ekonomi & Bisnis | ShareThis

SURABAYA | SURYA Online-Pembatasan impor lima jenis produk (makanan dan minuman, alas kaki, elektronik, mainan anak) ikut menurunkan arus impor barang di Pelabuhan Tanjung Perak sepanjang 2008. Penurunannya mencapai 10% dibandingkan 2007, dari arus 4,1 juta TEUs (twenty-feet equivalent units) per meter kubik menjadi 3,7 juta TEUs/m3.

“Selama periode 2003-2008, impor 2007 paling tinggi. Namun arus ekspor sepanjang 2008 justru meningkat dibandingkan 2007, dari 0,786 juta TEUs/m3 menjadi 1,071 juta TEUs/m3,” kata Ahmad Baroto, GM Pelindo III Cabang Tanjung Perak dalam Penyampaian Kinerja 2008, pekan lalu
Demikian halnya arus bongkar dan muat, sepanjang 2008 juga lebih tinggi dibandingkan 2007. Untuk arus bongkar meningkat dari 4,251 juta TEUs/m3 menjadi 4,378 TEUs/m3. Sedangkan arus muat juga meningkat dari 1,853 juta TEUs/m3 menjadi 2,144 TEUs/m3.

Penurunan arus impor berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS) Jatim juga cukup signifikan. Untuk komoditi nonmigas turun sampai 23,34% per November 2008 dibandingkan Oktober 2008, dari 1,084 miliar dolar AS menjadi 831,6 juta dolar AS. Sedangkan dibandingkan November 2007, capaian November 2008 naik dari 767,9 juta dolar AS menjadi 831,6 juta dolar AS. “Pertumbuhan laba bersih aktivitas cabang Tanjung Perak 2008 secara umum naik 16% dibandingkan 2007. Kondisi ini cukup bagus, mengingat akhir 2008 mulai digempur krisis keuangan global,” ujar Ahmad.

Menurutnya, arus ekspor saat ini sedang digenjot, mengingat 2008 belum digarap maksimal. “Kalau biasanya pasar ekspor lebih banyak ke Eropa, AS, dan Jepang, nantinya akan dimaksimalkan ke China, Dubai dan Arab,” imbuhnya. Untuk capaian arus penumpang melampaui target hingga 23%. Arus embarkasi (naik) naik dari 559.006 orang menjadi 585.090, sedangkan arus debarkasi (turun) dari 495.349 orang menjadi 569.690. Ini terbukti bahwa moda transportasi penyeberangan laut masih cukup diminati masyarakat.

“Sepanjang 2009, kita akan lakukan pembenahan untuk menggenjot omzet, serta layanan, antara lain revitalisasi terminal Kalimas, Nilam Timur, penataan lapangan Jamrud, renovasi Karang Jamuan, serta pembangunan Teluk Lamong,” tutur Ahmad. Ame.

Asumsi Kebutuhan Pallet ISPM #15 per bulan di Tanjung Perak Port :

Berdasarkan data diatas sepanjang tahun 2008 arus export 2.144.000 x 20’/Tahun. Asumsi 50% menggunakan Pallet/Kemasan Kayu berarti 2.144.000 x 50% = 1.072.000 x 20’/Tahun.

Diasumsikan lagi yang menggunakan Kemasan Pallet ISPM 75% x 1.072.000 = 804.000 x 20’/Tahun. Berarti 804.000 x 10 = 8.040.000 : 12 bulan = 670.000 Pallets/bulan.

 


Tanjung Emas Port

ARUS KONTAINER TPKS MASIH RENDAH

Tanggal Kirim:13 Oktober 09

SEMARANG (bisnis.com): Arus bongkar muat kontainer di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) hingga kuartal III/2009 masih lebih rendah dari periode sama tahun lalu, tetapi aktivitas mulai membaik pascakrisis global.

Data TPKS menunjukkan realisasi total volume bongkar muat kontainer selama tiga kuartal meliputi ekspor dan impor tercatat 268.187 TEU’s (twenty-foot equivalent units), turun 8,85% dari 2008 mencapai 294.242 TEU’s.

General Manager TPKS Udaranto mengatakan penurunan volume bongkar muat cenderung didominasi penyusutan pada kontainer ekspor, yang masih terpengaruh krisis global, terkait anjloknya permintaan luar negeri, terutama Amerika Serikat dan Eropa.

Arus kontainer ekspor yang melalui TPKS hingga kuartal III/2009 tercatat hanya 137.244 TEU’s, atau mengalami penurunan 15,97% dari periode sama tahun lalu mencapai 163.325 TEU’s.

Menurut dia, penurunan permintaan luar negeri tersebut memang menjadi pemicu utama yang tidak dapat dihindari, tetapi hanya terjadi selama kuartal I/2009 saja, sedangkan kondisi pada April cenderung mulai membaik.
"Produksi bongkar muat kontainer hingga kuartal III/2009 masih minus dari tahun lalu, terkait dampak krisis global, terutama pada kuartal I/2009. Namun, mulai April lalu sampai sekarang relatif membaik," ujarnya kepada Bisnis.

Udaranto menuturkan arus kontainer impor yang melalui TPKS hingga kuartal III/2009 justru sudah lebih tinggi dari periode sama tahun lalu, meski relatif kecil hanya 0,02%. Volume kontainer impor di TPKS tersebut, dia menambahkan tercatat mencapai 130.943 TEU’s, atau mengalami kenaikan dari periode sama tahun lalu hanya 130.917 TEU’s.

Kenaikan volume impor itu ditengarai akibat mulai membaiknya aktivitas produksi, dengan makin tingginya permintaan berbagai macam bahan baku industri di wilayah ini, untuk memenuhi order beberapa waktu ke depan.

"Tidak berbeda jauh dengan ekspor, kondisi impor juga terpengaruh faktor global, terutama tiga bulan pertama 2009 dan sudah membaik mulai kuartal II lalu," tukasnya.(ndul)

Asumsi Kebutuhan Pallet ISPM #15 per bulan di Tanjung Emas Port :

Berdasarkan data diatas sampai dengan kwartal ketiga 2009 (9 bulan) arus export 137.244 berarti 15.250 x 20’/bulan. Asumsi 50% menggunakan Pallet/Kemasan Kayu berarti   15.250  x 50% = 7.625 x 20’/Bulan. Diasumsikan lagi yang menggunakan Kemasan Pallet ISPM 75% x  7.625 = 5.718 x 20’/Bulan. Berarti 5.718 x 10 = 57.187 Pallets/bulan.

 


Belawan Port

 

bongkar muat

komodoti

Asumsi Kebutuhan Pallet ISPM #15 per bulan di Belawan Port :

Dari data diatas untuk Arus Export Tahun 2005 = 4.251.096 Ton & 2006 = 4.505.600 Ton Asumsi rata-rata tahun 2007, 2008 maupun 2009 = 4.500.000 Ton/Tahun.
Jika didapat isi barang 17 Ton/20’ Cont = 4.500.000 : 17 = 264.700 x20’/Tahun.
Minyak Sawit merupakan komodity yang paling besar sumbangan export nya sekitar 70%, sisanya Bungkil, Plywood dll.
Asumsi 20% menggunakan Pallet berarti 264.700 x 20% = 52.940 x 20’/Tahun. Asumsi Jika 75% menggunakan  Kemasan/Pallet ISPM #15 berarti 52.940 x 75% = 39.705 x 20’/Tahun.
Asumsi 10 Pallet ISPM/20’ Cont berarti 39.705 x10 = 397.050 Pallets : 12 bulan = 33.087.
Perkiraan kasar kebutuhan Pallet ISPM # 15 di Belawan Port adalah 30.000 an.


Makassar Port

Terminal Petikemas Makassar (TPM) menggandeng Bintulu Call
Posted on 29 April 2009

Kliping OnLine dari Seputar Indonesia

TPM Gandeng Bintulu Call
Sunday, 26 April 2009
MAKASSAR(SI) – Terminal Petikemas Makassar (TPM) segera menggandeng Bintulu Call,sebuah perusahaan pelayaran asal Malaysia untuk melakukan pelaksanaan ekspor langsung dari TPM ke luar negeri.

“Awal Mei mendatang, TPM akan melakukan penandatangan perjanjian kerjasama (MoU) dengan Bintulu Call, sebuah perusahaan pelayaran asal Malaysia untuk melakukan pelaksanaan ekspor langsung dari TPM ke luar negeri,” kata Supervisor Hukum dan Hubungan Masyarakat (Humas) TPM PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV, Raflin Chalid di Makassar kemarin.

Bahkan,menurut Raflin,potensi ekspor dari Sulsel membuat sebuah perusahaan pelayaran asal Korea tertarik untuk melakukan pelayaran langsung.Selain itu juga perusahaan pelayaran ekspor nasional sudah mulai melirik kawasan timur Indonesia (KTI)menjadi sasaran pengembangan ekspor.

Untuk mendukung pelaksanaan ekspor tersebut,TPM telah dilengkapi dengan kawasan kepabeanan dan telah disetujui Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai tertanggal 24 Maret 2009,dengan luas areal pabean sekitar 3.100 meter persegi. Dalam kesempatan itu Raflin mengatakan realisasi ekspor Januari- Maret 2009 di TPM relatif stabil.

Bahkan pada Januari 2009,realisasi ekspor naik 100% atau dari 800 teus di Januari 2008,naik menjadi 1.500 teus.“Tingginyarealisasi ekspor tersebut,disebabkan pelaksanaan permintaan ekspor 2008 baru direalisasikan di awal tahun ini,” jelas Raflin Chalid.

Dia menambahkan, untuk realisasi ekspor pada Februari-Maret 2009 cenderung sama dengan Februari- Maret 2008 lalu, yakni masing- masing realisasi ekspor Februari sebesar 630 box dan Maret sebesar 704 box. Stabilnya ekspor melalui TPM juga berbanding dengan jumlah kapal yang masuk ke TPM untuk angkutan ekspor.Pada Februari 2009 jumlah kapal yang merapat ke TPM sebanyak 56 call, dan pada Maret 2009 naik menjadi 59 call. Jumlah kapalyang masuk tersebut menurut Raflin sama dengan periode 2008.Namun, pada April ini,TPM memperkirakan jumlah kapal yang masuk bisa mencapai 116 call kapal.

“Untuk dominasi barang ekspor adalah marmer dan coklat,”lanjut Raflin. Manager Operasional TPM,Michael R Herrenauw mengungkapkan, realisasi arus di TPM Januari- Maret 2009 secara keseluruhan, baik untuk ekspor maupun perdagangan dalam negeri mencapai 81.386 teus atau setara dengan 1.043 metric ton (mt).Pengiriman barang melalui TPM di triwulan I/2009 tersebut masih stabil dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2008. Walaupun untuk perdagangan barang dalam negeri,Januari 2009 sempat mengalami penurunan,namun untuk Februari-Maret sudah sesuai dengan target.“Diprediksi, Juli pengiriman akan mengalami peningkatan dan digenjot untuk mencapai target 350.000 teus,” urainya. Kasubdin Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel Hasan Madjadi mengatakan, ekspor

Sulsel masih tidak akan mengalami penurunan di tahun ini. Pasalnya komoditas ekspor utama seperti kakao, nikel dan hasil laut masih terus ada permintaan, terutama dengan adanya upaya pemerintah pusat untuk melakukan pembukaan pasar baru,sepertinegara-negara TimurTengah dan Afrika.“Walaupun terjadi penurunan ekspor kakao, penurunan lebih disebabkan turunnya produksi dan bukan karena permintaan yang turun,” jelasnya.

(yakin achmad ).

Asumsi Kebutuhan Pallet ISPM #15 per bulan di Makasar Port :
Berdasarkan data diatas tahun 2007 arus export 650 x 20’/bulan. Asumsi 50% menggunakan Pallet/Kemasan Kayu berarti   50%  x 650 = 325 x 20’/Bulan. Diasumsikan lagi yang menggunakan Kemasan Pallet ISPM 75% x  325 = 243 x 20’/Bulan. Berarti 187 x 10 = 2.430 Pallets/bulan.



ARUS KONTAINER TPKS MASIH RENDAH

Tanggal Kirim:13 Oktober 09

SEMARANG (bisnis.com): Arus bongkar muat kontainer di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) hingga kuartal III/2009 masih lebih rendah dari periode sama tahun lalu, tetapi aktivitas mulai membaik pascakrisis global. 

Data TPKS menunjukkan realisasi total volume bongkar muat kontainer selama tiga kuartal meliputi ekspor dan impor tercatat 268.187 TEU’s (twenty-foot equivalent units), turun 8,85% dari 2008 mencapai 294.242 TEU’s. 

General Manager TPKS Udaranto mengatakan penurunan volume bongkar muat cenderung didominasi penyusutan pada kontainer ekspor, yang masih terpengaruh krisis global, terkait anjloknya permintaan luar negeri, terutama Amerika Serikat dan Eropa. 

Arus kontainer ekspor yang melalui TPKS hingga kuartal III/2009 tercatat hanya 137.244 TEU’s, atau mengalami penurunan 15,97% dari periode sama tahun lalu mencapai 163.325 TEU’s. 

Menurut dia, penurunan permintaan luar negeri tersebut memang menjadi pemicu utama yang tidak dapat dihindari, tetapi hanya terjadi selama kuartal I/2009 saja, sedangkan kondisi pada April cenderung mulai membaik. 
"Produksi bongkar muat kontainer hingga kuartal III/2009 masih minus dari tahun lalu, terkait dampak krisis global, terutama pada kuartal I/2009. Namun, mulai April lalu sampai sekarang relatif membaik," ujarnya kepada Bisnis. 

Udaranto menuturkan arus kontainer impor yang melalui TPKS hingga kuartal III/2009 justru sudah lebih tinggi dari periode sama tahun lalu, meski relatif kecil hanya 0,02%. Volume kontainer impor di TPKS tersebut, dia menambahkan tercatat mencapai 130.943 TEU’s, atau mengalami kenaikan dari periode sama tahun lalu hanya 130.917 TEU’s. 

Kenaikan volume impor itu ditengarai akibat mulai membaiknya aktivitas produksi, dengan makin tingginya permintaan berbagai macam bahan baku industri di wilayah ini, untuk memenuhi order beberapa waktu ke depan. 

"Tidak berbeda jauh dengan ekspor, kondisi impor juga terpengaruh faktor global, terutama tiga bulan pertama 2009 dan sudah membaik mulai kuartal II lalu," tukasnya.(ndul)

 

 

 

Asumsi Kebutuhan Pallet ISPM #15 per bulan di Tanjung Emas Port :

 

Berdasarkan data diatas sampai dengan kwartal ketiga 2009 (9 bulan) arus export 137.244 berarti 15.250 x 20’/bulan. Asumsi 50% menggunakan Pallet/Kemasan Kayu berarti   15.250  x 50% = 7.625 x 20’/Bulan. Diasumsikan lagi yang menggunakan Kemasan Pallet ISPM 75% x  7.625 = 5.718 x 20’/Bulan. Berarti 5.718 x 10 = 57.187 Pallets/bulan.

logo-ksj2013