Asumsi Pemakaian Pallet Priok - Ekonomi

Indeks Artikel
Asumsi Pemakaian Pallet Priok
Heat Treatment (HT).
Fumigasi
Pertumbuhan Ekspor 2009 Akan Menurun
Pemerintah Siapkan Revisi Target Ekspor 2009
Ekspor-Impor Anjlok, Bisnis Ekspedisi Limbung
Ekonomi
Ekspor 2009 akan turun sekitar 50
Prediksi Pertumbuhan Ekspor 2009 Minus
Target Ekspor 2009 Direvisi
Pengemasan dan Transportasi
Kemasan Kayu:
Entry Requirements
Seluruh halaman

Ekonomi

06/12/2008 - 15:15

Mendag: Ekspor 2009 Turun Drastis

mendag1

Mari Elka Pangestu
(inilah.ocm/Wirasatria)

INILAH.COM, Beijing - Pertumbuhan ekspor Indonesia tahun depan diperkirakan turun drastis menyusul terjadinya krisis finansial global yang berpengaruh dengan melemahnya permintaan produk di pasaran internasional.

Mendag Mari Elka Pangestu menyatakan krisis keuangan akan mempengaruhi permintaan sejumlah produk di pasar internasional. "Perkiraan target ekspor optimistik tahun depan akan turun drastis dibandingkan dengan 2008. Kita harus antisipasi itu," katanya di sela-sela memberikan pengarahan Rakor Kerjasama Perdagangan Internasional Dengan Perwakilan RI di Luar Negeri.

Hadir dalam acara itu Dubes RI untuk China Sudrajat, sejumlah eselon I Depdag, serta 50 kepala perwakilan dagang Indonesia di kawasan Asia, Afrika dan Timur Tengah.

Menurut Mari, penurunan drastis pertumbuhan ekspor nasional tahun depan antara lain juga disebabkan oleh turunnya harga sejumlah komoditas di pasar internasional serta volume permintaan dari sejumlah negara yang juga tertekan.

Dia memperkirakan sejumlah produk yang akan mengalami penurunan volume dan nilai antara lain karet, serta produk pertambangan seperti nikel, aluminium, serta tembaga.

"Akibat adanya kelesuan di industri otomotif dunia maka permintaan terhadap produk pertambangan juga akan melemah dan itu juga akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekspor Indonesia," ujarnya di Beijing, Sabtu (6/12).

Adapun produk lain seperti minyak kelapa sawit mentah (CPO) diperkirakan ekspornya masih akan tumbuh karena permintaan dari negara tujuan ekspor terbesar seperti India dan China masih besar terkait dengan jumlah penduduk yang juga besar.

Harga komoditas perkebunan seperti CPO masih menjadi andalan peningkatan nilai ekspor Indonesia, karena peningkatan harga komoditas di pasar dunia. Pada 2008, harga rata-rata CPO dunia mencapai sekitar US$ 600-700 per ton atau naik dibandingkan dengan 2007 yang rata-rata harganya mencapai US$ 632 per ton. Pada 2005, bahkan harga CPO rata-rata mencapai US$ 520 dolar per ton.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja ekspor berbagai komoditas unggulan Indonesia mulai menunjukkan penurunan seiring menurunnya permintaan dari negara tujuan dan anjloknya harga komoditas.

Ekspor nonmigas selama Oktober sebesar US$ 9 miliar atau turun 8,10% dibandingkan dengan September, sedangkan jika dibandingkan dengan Oktober 2007 ekspor nonmigas naik 8,22%. Nilai ekspor kumulatif Januari-Oktober 2008 mencapai US$ 118,43 miliar.



logo-ksj2013