Efikasi Larutan 8 Dewa™ Terhadap Rayap Kayu Kering

Pendahuluan
Rayap kayu kering jenis Cryptotermes cynocephalus Light merupakan salah jenis serangga perusak yang sangat berbahaya. Serangannya sangat luas meliputi seluruh komponen bangunan rumah yang terbuat dari kayu. Disamping itu penggunaan kayu yang memiliki keawetan tinggi sudah semakin langka, hal ini disebabkan karena semakin berkurangnya pasokan kayu yang memiliki keawetan tinggi dari hutan alam dan harganya yang mahal. Sebagai konsekuensinya bangunan cendrung menggunakan kayu-kayu yang memiliki keawetan rendah sehingga sangat rentan terhadap serangan rayap.

Pengendalian rayap menjadi treatment yang sangat diperlukan untuk untuk memproteksi bangunan. Sehingga bahan-bahan kimia anti rayap masih sangat dibutuhkan.Metode Pengujian mengacu pada Standar Nasional Indonesia, SNI 01-7207-2006, dengan menggunakan metode forced-feeding test (metode umpan paksa). Kayu berukuran 2 x 2 x 1 cm yang akan diuji terlebih dahulu dioven pada suhu pada suhu 600°C selama 3 hari untuk mengetahui beratnya. Sample yang akan diuji berukuran 2 cm x 2 cm x 1 cm bersama 50 ekor rayap pekerja jenis rayap kayu kering Cryptotermes cynocephalus Light dimasukkan ke dalam kotak kaca berukuran 4 x 4 x 4 cm. Data yang diamati yaitu persentase kehilangan berat (weight loss) dan mortalitas rayap. Pengamatan dilakukan tiap minggu selama enam minggu.

ag1

Gambar 6  Metode pengujian rayap kayu kering.

Persentase kehilangan berat = (ODW1-ODW2)/ODW1 X 100%

Dimana:

ODW1: Berat kering oven sample sebelum pengujian rayap

ODW2: Berat kering oven sample setelah pengujian.

Persentasi mortalitas = (R1-R2)/R1 x 100%,

Dimana:

R1: Jumlah rayap sebelum pengujian

R2; Jumlah rayap yang hidup pada saat pengamatan

ag2

Gambar 7  Contoh pengujian rayap kayu kering.

Hasil
Pengujian terhadap rayap kayu kering Cryptotermes cynocephalus

 ag3

Gambar 8  Persentase kehilangan berat setelah diujikan terhadap rayap kayu kering.

Pada Gambar 8 terlihat bahwa sample kayu yang ditreatment memiliki rata-rata persentase kehilangan berat (weight loss) jauh dibawah 2%. Sedangkan kayu yang tidak ditreatment memiliki persentase kehilangan berat diatas 2% sehingga dapat dikatakan bahwa kayu yang diteatment sangat tahan terhadap serangan rayap kayu kering (memenuhi SNI).

ag4

Gambar 9  Mortalitas rayap pada akhir pengamatan.

Pada Gambar 9 terlihat bahwa kayu yang ditreatment menyebabkan kematian rayap kayu kering 100% pada hari kedua sedangkan pada kayu yang tidak ditreatment monrtalitas hanya sebesar 17% pada akhir pengujian. Hal itu menandakan bahwa bahan kimia yang dipakai sangat efektif melindungi kayu dari serangan rayap kayu kering.

logo-ksj2013