Efikasi Larutan 8 Dewa™ Terhadap Rayap Tanah

Pendahuluan
Di Asia khususnya Indonesia, rayap tanah jenis Coptotermes gestroi merupakan jenis rayap tanah yang paling ganas serangannya diantara species hama perusak bangunan. Kerugian ekonomis akibat serangan rayap diperkirakan mencapai 224-238 milyar rupiah per tahun. Disamping itu penggunaan kayu yang memiliki keawetan tinggi sudah semakin langka, hal ini disebabkan karena semakin berkurangnya pasokan kayu yang memiliki keawetan tinggi dari hutan alam dan harganya yang mahal. Sebagai konsekuensinya bangunan cenderung menggunakan kayu-kayu yang memiliki keawetan rendah sehingga sangat rentan terhadap serangan rayap. Pengendalian rayap menjadi treatment yang sangat diperlukan untuk untuk memproteksi bangunan. Sehingga bahan-bahan kimia anti rayap masih sangat dibutuhkan.

Metode Pengujian
Pengujian mengacu pada standar JWPA no 12 – 1992 atau JIS K 1571 tahun 2004, dengan menggunakan metode forced-feeding test (metode umpan paksa). Sample yang akan diuji lalu dipotong dengan ukuran 2 cm x 2 cm x 1 cm kemudian bersama 150 ekor rayap pekerja dan 15 ekor rayap  prajurit  dari  jenis Coptotermes  gestroi dimasukkan ke dalam acrylic silinder yang bagian bawahnya telah dilapisi plaster paris setebal 5 mm. Tissue diletakkan dibawahnya untuk menjaga kelembaban. Sebelum diumpankan terlebih dahulu sample dioven pada suhu 600°C selama 3 hari untuk mengetahui beratnya. Data yang diamati yaitu persentase kehilangan berat (weight loss). Pengamatan dilakukan tiap minggu selama tiga minggu. Cara perhitungan kehilangan berat dapat dihitung berdasarkan rumus dibawah ini. Persentase kehilangan berat = (ODW1-ODW2) / ODW1 X 100 %

Dimana:

ODW1: Berat kering oven sample sebelum pengujian rayap.

ODW2: Berat kering oven sample setelah pengujian.

btl3

Hasil
Pengujian terhadap rayap tanah Coptotermes gestroi
Gambar 4 menunjukkan hasil pengujian sample kayu yang ditreatment dan yang tidak ditreatment (control) terhadap rayap tanah Coptotermes gestroi selama 21 hari. Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa sample kayu yang ditretament hanya memiliki persentase kehilangan (weight loss) sekitar 0.6% atau dengan kata lain jauh berada di bawah standard yang ditetapkan oleh JIS yaitu sebesar 3%. Sedangkan kayu yang tidak ditreatment memiliki persentase kehilangan berat diatas 3 % sehingga dapat dikatakan bahwa kayu yang diteatment sangat tahan terhadap serangan rayap tanah (memenuhi standard JIS).

btl4

Gambar 4  Persentase kehilangan berat setelah diujikan terhadap rayap tanah.
Hal senada terlihat pada gambar 5. Dimana kayu yang ditreatment menyebabkan kematian rayap 100% pada hari keempat sedangkan pada kayu yang tidak ditreatment mortalitas hanya sebesar kurang dari 30% pada akhir pengujian. Hal itu menandakan bahwa bahan kimia yang dipakai sangat efektif melindungi kayu dari serangan rayap tanah.

btl6

Gambar 5  Mortalitas rayap pada akhir pengamatan.

logo-ksj2013