info@palletindonesia.co.id +62 21 82492365
L8D FORMULA ®
Home / L8D® FORMULA

Bahan kayu kemasan terbuat dari bahan kayu mentah yang tidak melalui pemrosesan
sehingga sangat mudah untuk masuknya hama kayu kedalamnya. Karena asal kayu kemasan, jenis
dan umur sering sulit diketahui, maka NPPOs dianjurkan untuk dapat menerima bahan kayu kemasan
yang telah disetujui tanpa syarat kecuali pemrosesan bahan kayu kemasan.

Bahan kayu kemasan tidak terbatas jenis, umur dan biasanya menggunakan kayu-kayu kelas awet III dan IV.
Biasanya jenis kayu tersebut adalah Nangka, Albazia, Karet, Sengon buto, Mani’i dll. Jenis OPT

yang sering menyerang kemasan kayu adalah jenis Anobiidae, Bostrichidae, Lyctidae, Rayap Tanah, Rayap Kayu
Kering, jamur dan lain sebagainya. Cara penanggulang-annya adalah biasanya dengan Fumigation
(Phosphine, Sulfuryl fluoride, Carbonyl sulphide), KD, CPI, Irradiation, dan pengaturan kelembaban.
Cara penanggulangan tersebut diatas sudah diatur dalam International Standards for
Phytosanitary Measures 15 (ISPM 15).

Namun standard tersebut dibuat dengan mengacu pada
pendekatan-pendekatan di negara-negara Eropa yang mempunyai suhu dan iklim yang berbeda
dengan negara kita yang bersifat tropis. Kelembaban di daerah subtropis sangat rendah sedangkan di
Indonesia sangat tinggi.

Disamping itu kayu yang digunakan untuk kemasan di Eropa kebanyakan dari
jenis kayu daun jarum (softwood) seperti Pinus dan mempunyai umur yang sama karena merupakan
hasil penanaman, sedangkan di negara tropis umumnya jenis kayu yang digunakan sangat heterogen
yang berasal dari masyarakat dan kebanyakan berasal dari kayu daun lebar (hardwood) dan
mempunyai kelas awet rendah.

Oleh karena itu ISPM 15 untuk Indonesia memerlukan suatu
modifikasi disesuaikan dengan iklim, metoda yang lebih sederhana, murah dan ramah lingkungan.
Modifikasi harus tetap mengacu pada Annex 1 dari ketetapan ISPM #15 / BARANTAN dan yang paling
penting adalah tetap memberikan jaminan dari serangan reinfestasi OPT dan pengendalian pada
setiap Kemasan Kayu.

Pada penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efikasi Larutan 8 Dewa yang dibuat oleh
PT. KSJ terhadap rayap tanah, rayap kayu kering, borer dan jamur pelapuk kayu untuk keperluan
Kemasan Kayu dengan metoda yang sangat sederhana, mudah aplikasinya, murah, tidak boros energi
dan ramah lingkungan, sesuai dengan komitmen dunia dalam hal menangulangi Pemanasan Global.

Pengujian akan dilakukan dengan menggunakan modifikasi standar Japan Wood Preserving
Ascosiation (JWPA) dan atau Japan Insdustrial Standard (JIS). Hal ini merupakan suatu
langkah/terobosan untuk memberikan pengendalian terhadap kemasan kayu dan memberikan
jaminan serta pengendalian terhadap setiap kemasan kayu dari serangan/reinfestasi dari OPT/jamur.

Karuna Indonesia